Selasa, 11 November 2014

Resensi Novel The Truth About Forever


Judul  Novel                : The Truth About Forever, Kebencian Membuatmu Kesepian 
No. ISBN                   : 9797802299
Penulis                         : Orizuka
Penerbit                       : GagasMedia
Tanggal terbit               : April - 2008
Jumlah Halaman           : 290
Jenis Cover                  : Soft Cover
Dimensi(L x P)             : 115x190mm
Kategori                      : Romance
Text Bahasa                 : Indonesia
Harga Buku                 : Rp 45.000


Resensi Buku              :
Novel ini bercerita tentang seorang lelaki berusia dua puluhan bernama Yogas yang pergi ke Jogja untuk membalaskan dendamnya pada seseorang yang sudah menghancurkan hidup Yogas. Hidup Yogas, cita-cita, dan juga keluarga Yogas. Berbekal dendam yang sudah mendarah daging dalam tubuh Yogas, Yogas berniat akan menghancurkan hidup orang tersebut.
Kebencian yang ada dalam diri Yogas membuatnya menyendiri dan menjauh dari orang-orang dekatnya termasuk keluarganya. Saat dendamnya sedang berkesumat, Yogas bertemu dengan Kana. Tetangga kosannya yang sangat optimis dalam menjalani hidup. Yogas yang penuh dengan misteri membuat Kana semakin mendekatinya dan hal itu membuat Yogas harus menjauh sebisa mungkin agar dirinya dan Kana tidak saling jatuh cinta.
Saat mengetahui rahasia terbesar Yogas, bukannya membenci dan menjauhi Yogas, Kana malah semakin tidak mau meninggalkan Yogas sendirian. Ia tidak ingin Yogas menanggung beban dan permasalahannya sendiri. Tapi Yogas malah menolak mentah-mentah bantuan yang diberikan Kana. Ia berdalih kalau ia tidak ingin menghancurkan hidup Kana. Kebohongan demi kebohongan pun digarap Yogas agar dirinya dan Kana tidak terjerat rasa cinta. Yogas yang pada akhirnya terjerat tali cinta Kana pun semakin tidak bisa menghindari Kana yang tanpa lelah masuk ke dalam hidup Yogas meski sudah diusir dan ditolak berkali-kali oleh Yogas. Yogas harus memilih antara cinta dan pembalasan dendamnya.
Akhirnya yogaspun bertemu dengan orang yang dibencinya yaitu teman semasa SMAnya yang menularkan penyakit AIDS kepadanya. Namun karna dia sudah memiliki orang yang dicintainya yaitu kana. Yogaspun mencoba iklas dengan apa yang terjadi dia pun mencoba memaafkan temanya karna ternyata temannya juga tidak tau kalo dia memili penyakit itu dan dia merasa menyesal kepada yogas.

Kritik dan Saran          :
            Saat kita membaca novel ini air mata kita akan di kuras habis oleh alur cerita yang sangat  menyedihkan sayangnya ending cerita ini kurang menjelaskan banyak hal tentang kematian yogas. Namun di balik itu semua banyak pesan-pesan positif yang dapat kita ambil dari membaca novel tersebut.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar